Translate

Jumat, 21 Agustus 2015

My Story tonight (Kisahku malam ini)

Selamat Malam Blogger semua, sudah lama saya tak menulis Blog, Saya hanya mau berbagi pengalaman saja buat malam ini, emm Mungkin kalian pernah dengar istilah Broken Home, yahh itulah yang saya rasakan saat ini, 3 Setengah tahun lalu saya kehilangan sosok seorang ayah tepat bulan November 2011 silam, jujur itu sangat berat buat saya karena saya anak pertama dari 3 bersaudara, dan saya saat itu masih kelas 2 SMA dan belum ada namanya kedewasaan pada diri saya dulu.
Ibu saya setelah kepergian ayah bekerja sendiri dan Alhamdulillah itu cukup buat makan dan keperluan sekolah kami, saya juga sedikit-sedikit membantu ibu saya saat itu, dan kami cukup bisa kembali Tegar dari duka. kehidupan kami saat itu sederhana namun bekecukupan, saya bersyukur dengan apa yang ada saat itu sebelum orang itu datang merusak ketenangan kami.
2 Tahun berlalu dan ada Orang yang mendekati ibu, saya tak mengenal asal usul orang itu tapi dia dikenalkan oleh teman ibu yang dikiranya ibu saya perlu sosok pengganti ayah, padahal menurut pemikiran saya ibu tidak perlu apa-apa lagi selain keluarga yang tersisa ini, dan orang itu datang kerumah kami, disaat itu saya masih bodoh dan sangat egois, mengira mereka hanya akan saling mengenal, entah kenapa orang itu mulai menunjukkan sifat Iblisnya , dulu dia hanya datang sekali kerumah pada siang hari , saya bisa maklum dan wajarkan saja , tapi lambat laun dia seperti tidak sadar pada Etika bertamu, dia hampir datang setiap hari dan tentunya tanpa sepengetahuan saya karena saya masih sekolah.
Saat itu ada hari dimana Ibu bertengkar dengan dia entah itu apa saya tidak tahu masalahnya, dan dia tak kerumah selam 2 hari, saya lega karena dia sudah tidak datang lagi, karena jelas saya tidak suka dengan siapapun yang menyakiti hati Ibu saya, dan masalah dimulai ,ternyata Ibu menemukan bukti kalo dia masih punya istri karena ibu ditelpon oleh wanita yang tak dikenal, jelas itu membuat saya Marah besar dan bersumpah akan menghajar orang itu jika dia berani muncul dihadapan saya, dan malam itu ada SMS masuk dengan nomor baru, dan isinya adalah "woy percuma ibumu berjilbab kalo dia udah main 3 kali dengan aku, sungguh nikmat ibumu" saya masih ingat betul dengan jelas SMS Iblis itu , itu sangat membuat saya marah tidak terkendali lagi , orang ini sudah betul-betul menghancurkan kedamaian keluarga kami, saya mencari orang itu kemana-mana dan tentunya ibu memohon jangan lakukan hal itu , tapi yang namanya anak kalau ibunya sudah diperlakukan tidak senonoh seperti itu sampai ujung dunia pun dendam ini tak akan hilang kecuali dia MATI bersamanya.
Setelah itu keesokan harinya dia datang meminta maaf didepan saya, ketika dia didepan pintu rumah saya sudah siap mau menghajar dan bhkan ingin membunuhnya sampai dia menyesal sudah masuk kekeluarga kami dan tentunya ibu memohon ampun pada saya agar jangan ikuti emosi saya, jujur saya tahu ibu tidak mau pisah dengan dia dan itu merupakan keBODOHan terbesar Ibu saya.
Saya menyuruh orang itu jangan pernah ganggu keluarga kami lagi, dan dia menyetujuinya dan ibu terlihat depresi setelah saya mengusirnya,dan bodohnya saya waktu itu menanggap semua sudah selesai.
1 Tahun kemudian saya waktu itu sudah lulus dan saya bekerja jauh dari rumah keluar kota, karena saya tidak betah telalu lama diluar kota dan memikirkan ibu dan adik-adik saya dirumah saya kembali kerumah agar mencari kerja ditempat yang dekat saja, dan masalah baru muncul lagi. adik saya yang paling kecil saat itu umurnya masih 5 tahun dia bercerita kalau dia dan Ibu selama saya pergi kerja sering kerumah sakit, saya kaget mendengarnya saya kira ibu sakit tapi adik saya bilang kalau dia menjenguk ORANG itu lagi sakit, bukan kepalang lagi Emosi saya memuncak sekali, mereka diam-diam sudah berhubungan lagi saat saya sedang kerja diluar, saya sangat terpukul,sakit hati,depresi,dan bingung harus bagaimana lagi, sebagai Laki-laki satu-satunya dikeluarga ini.
saya menjudge ibu dan ibu mengakui kalau mereka kembali berhubungan, dan ibu mengaku kalau dia sudah HAMIL saat itu, dan saya sangat terkejut,marah,kesal,sakit bercampur semuanya, dan ibu meminta mereka menikah saja biar tidak menjadi Aib, saya benar-benar tak habis pikir saat itu, saya hanya bisa menangis setelah terakhir kali saya menangis saat kematian ayah saya, saya hanya bisa berkata" Terserah bu , aku takkan menganggapnya keluarga,ayah,manusia sedikitpun kalau kalian sudah menikah" dan ibu juga menangis setelah saya berkata seperti itu, saya hampir tidak ingin hidup lagi dalam keluarga ini.
dan sekarang ibu dan orang itu mempunyai anak bayi, dan saya hanya mengurung diri didalam rumah ,ekonomi keluarga kami hancur , orang itu tidak bekerja dan hanya menganggur, dan ibu yang saat ini mencari uang, saya tidak peduli dengan apapun lagi , saya hidup hanya untuk disakiti , ibu sekarang hanya bisa marah-marah karena saya tidak mencari kerja, biarkan sajalah AKU SUDAH TIDAK PEDULI LAGI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar